Main Article Content

Abstract

Pesimpangan tak bersinyal Jl Airlanga – Jl. Hayam Wuruk yang terletak pada Kecamatan Mojosari Kabupaten
Mojokero Provinsi Jawa Timur merupakan kawasan pusat pembelanjaan dan kawasan sekolah mengakibatkan banyaknya
pengguna kendaraan yang melalui simpang tersebut. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui kinerja
eksisting simpang dan alternatif untuk mengurangi kemacetan pada persimpangan tersebut.
Data yang digunakan pada evaluasi ini adalah data primer dan data skunder. Data primer didapat dari pengukuran geometrik
jalan dan survei lalulintas yang dilakukan pada 15,16 dan 20 maret 2020, sedangkan data skunder didapat dari badan Pusat
Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto. Untuk pengolahan data menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI)
tahun 1997.
Dari analisa kinerja simpang eksisting mendapatkan nilai tundaan D = 40,021 det/smp dan level of service LOS = E. Dari hasil
analisa diperlukan alternatif penanganan simpang dengan melakukan pengurangan hambatan samping dan pelebaran lebar
masuk. Dari perhitungan alternatif tersebut didapatkan nilai tundaan nilai tundaan simpang D = 22,220 det/smp dan level of
servive LOS = C.

Keywords

Simpang tak bersinyal, tingkat pelayanan persimpangan

Article Details

References

  1. Indonesia, D. P. U. R., & Marga, D. J. B. (1997).
  2. Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Manual
  3. Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI).
  4. Kabupaten Mojokerto. (2019). Di Wikipedia,
  5. Ensiklopedia Bebas. Diakses pada 23:04, November
  6. , 2019
  7. Marga, D. J. B. (1992). Standar Perencanaan geometri
  8. Untuk Jalan Perkotaan.
  9. Peraturan Menteri Pehubungan Republik Indonesia.
  10. (2015). Nomor PM 96 Tahun 2015 Pedoman
  11. Pelaksanaan Kegiatan Manajemen Lalu Lintas.
  12. Wiyantoro, Ghilman Y.S. (2019). Evaluasi
  13. Manajemen Lalulintas Simpang Tak Bersinyal
  14. Simpang Klenteng Mojosari Mojokerto. Jurnal
  15. Skripsi Politeknik Negeri Malang