Main Article Content

Abstract

Indonesia, yang meliputi dua pertiga wilayahnya dengan air, sangat rentan terhadap banjir, terutama selama musim hujan. Survei batimetri yang akurat sangat penting untuk menilai kedalaman air dan topografi untuk memitigasi risiko banjir. Metode tradisional yang menggunakan ping sonar echosounder di kapal memiliki kemampuan manuver yang terbatas. Studi ini memperkenalkan Autonomous Surface Vehicle (ASV) yang dilengkapi dengan sonar canggih dan sistem navigasi, yang mengikuti titik-titik jalan untuk mengumpulkan data batimetri yang terperinci. Metode integrasi numerik trapesium (TNI) digunakan untuk memperkirakan volume dari data ini. Uji validasi dengan kubus buatan pada kedalaman 1,120 meter dan 0,9 meter menunjukkan akurasi yang tinggi, dengan volume rata-rata 0,4073 m³ dan 0,4107 m³, serta nilai RMSE yang rendah, yaitu 0,0323 m³ dan 0,0366 m³. Dalam pengujian di dunia nyata, metode ASV dan TNI memberikan hasil yang konsisten, dengan volume rata-rata terukur sebesar 9,4267 m³ dalam kolam uji berukuran 10 x 10 meter. Temuan ini menegaskan bahwa metode TNI adalah alat yang dapat diandalkan untuk survei batimetri yang tepat.

Keywords

Survei Batimetri Ping Sonar Echosounder Kalman Filter Noise Reduction

Article Details

References

Read More