Desain Kawasan Sapi Perah untuk Menopang Wisata Desa Lembah Mbencirang di Desa Kebontunggul

Authors

  • Teguh Dwi Widodo Universitas Brawijaya
  • Agus Budiarto Universitas Brawijaya
  • Ari Wahjudi Universitas Brawijaya
  • Maftuch Maftuch Universitas Brawijaya
  • Runi Asmaranto Universitas Brawijaya
  • Rudianto Raharjo Universitas Brawijaya
  • Sugiarto Sugiarto Universitas Brawijaya
  • Redi Bintarto Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.33795/jindeks.v7i2.389

Keywords:

Masterplan, Kebontanggul, Peternakan Sapi, Sapi Perah, Matching Fund

Abstract

Ketahanan pangan merupakan program yang telah di canangkan oleh pemerintah. Dalam pelaksanaanya pembuatan wilayah dengan ketahanan dapat diintegrasikan dengan wilayah penopang ekonomi lainnya seperti daerah wisata sehingga akan didapat sentra Ekonomi yang mampu dijadikan sebagai sumber penghasilan warga setempat. Desa Kebontunggul merupakan desa yang ada di Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Melalu program Matching Fund Kedaireka yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Universitas Brawijaya mengadakan program hilirisasi Teknologi berupa pengembangan Kawasan Peternakan sapi perahyang diintegrasikan dengan Kawasan wisata yang ada di daerah setempat yaitu Lembah Mbendcirang yang sebelumnya sudah beroprasi. Tim Matching Fund Universitas Brawijaya mengadakan pemetaan wilayah di desa Kebontunggul terkait potensi lokasi sapi perah, sumberdaya paka, serta akses lokasi integrasi dengan lembah mbencirang. Selanjutnya dengan bantuan drone dan satelit Map Tim Martching Fund Universitas Brawijaya Melakukan pembuatan Materplan dimana dalam pembuatannya juga melibatkan masyarakat setempat sehingga sesuai dengan harapan masyarakat namun tetap memegang aspek Teknolologi yang dikembangkan oleh Universitas Brawiajaya. Selin itu juga dilakukan pelatihan budidaya sapi perah yang dilakukan oleh Tim Matching fund 2022 Universitas Brawijaya

Downloads

Published

09-06-2023

Issue

Section

Articles